Langsung ke konten utama

Postingan

IT [intro] F Dm Am C F 2x A# C F Dm A# C F D# A# F Dawai asmara bergetar syahdu Mengalunkan senandung rindu Belaian mesra menggugah jiwa Tak terlukiskan bahagia Hanyut dalam gelora cinta Hanyut di dalam suka cita Tenggelam dalam madu cinta Tenggelam di dalam bahagia Dawai asmara bergetar syahdu Mengalunkan senandung rindu Belaian mesra menggugah jiwa Tak terlukiskan bahagia Syair para pujangga mengabadikan cinta Hati para dewasa pasti tersentuh cinta terkadang lembut dan manja Cinta membuat terlena Ada kala bergelora Bak debur ombak samudera Pesona cinta membuai jiwa Menjanjikan sejuta indah Terbit selera tergugah jiwa Tuk menyemaikan benih cinta Semoga putik kan berbunga Semoga panggil kan berjawab Ku ingin hidup dengan cinta Ku ingin selalu bersamanya Pesona cinta membuai jiwa Menjanjikan sejuta indah Terbit selera tergugah jiwa Tuk menyemaikan benih cinta

Kord Rhoma irama - 1001 macam

               Rhoma Irama- 1001 macam Seribu satu macam itu bidang pekerjaan Dari jadi pengamen sampai jadi seorang presiden Seribu satu macam cara orang mencari makam Dari menjual koran sampai menjual kehormatan Ada cara yang halal, ada cara yang haram Silakan mau pilih cara mana Namun semua cara ada tanggung jawabnya Di hadapan Tuhan dan manusia Seribu satu macam itu bidang pekerjaan Dari jadi pengamen sampai jadi seorang presiden Seribu satu macam cara orang mencari makan Dari menjual koran sampai menjual kehormatan Banyak orang berkata Dalam mencari nafkah Cari yang haram saja sudah susah Apalagi yang halal (Jangan didengar Jangan didengar itu sangat tidak benar Hu, jangan didengar itu sangat tidak benar) Banyak orang berkata Yang jujur pasti hancur Karena zaman ini sudah edan Jujur tidak makan (Zaman yang edan Zaman yang edan kita jangan jadi syetan Hu, zaman yang edan kita jangan jadi...

rindu n kasih

mentari masih bersinar aku merindukanmu semburat merah senja akan keperaduan aku masih mencintaimu. deru mesin telah terdengar aku masih mendengar suaramu meski itu kudengar seminggu yang lalu aku menatap langit masih tetap sama ingin ku terbang, melayang bersamamu anganku…. memijak langkah di awan putih dengan langit biru nan cerah… bercanda bersama rembulan, dan kau rengkuh lembut bahuku

selamat jalan sahabat

Aku tidak sedang berlari,… Tapi lutut ku gemetar paksakan kaki tuk tetap berdiri Pandangi wajah damaimu dalam balutan putih… Aku tidak sedang menangis,… Tapi air ini terus mengalir dari mata dan hidungku, Ketika sadar ini terakhir ku dapat menatap indah senyum mu… Waktu telah pertemukan kita, Waktulah yang menjalin begitu banyak rangkaian kisah diantara kita Dan kini,… Waktu juga yang pisahkan kita. Sungguh hidup dikuasai oleh waktu… Tapi ku ikhlaskan semua susut di telan sang waktu, Berharap kelak, waktu juga yang akan pertemukan kita kembali di dalam kebaikan yang abadi… Sungguh, aku tidak sedang menyesali takdir ini Karena bagaimanapun aku bersyukur untuk waktu yg telah kita bagi, Untuk takdirmu dalam takdir ku…. Sungguh, aku tidak sedang menangisi pergimu,… Tapi biarlah air ini mengalir dari kedua mataku, Sebagai ucapan selamat jalan untukmu sahabat.